Kembali

Ku ingin mengisi lubang-lubang perasaan ini, yang mungkin kan membuatku tersenyum dan menjadikan semuanya tampak baik-baik saja.

Salam pertemuan dan perpisahan selalu menjatuhkan diri ke masa lampau.

Ini menyebalkan memang, hanya saja tiada guna diriku.

Ku tak mampu cukup kuat lagi, jadi ku tutup semua mata dan mencoba melemaskannya.

Lihatlah. sekarang ku mampu melihatnya!

Ku ingin kembali ke rumah, ke kota dimana kau menunggu.

Tanganmu yang melambaikan perpisahan selalu membuatku terus melihat ke sana.

Ku ingin kembali ke rumah, ada suatu hal yang ingin ku sampaikan, dan ku berharap kau kan tertawa.

Ku tak memikirkan hal-hal penting lagi, tak bisa aku renungkan. Ada hari aku merasa kecewa dan sedih. Namun aku tidak bisa menangisinya lagi. Tidak bisa lagi.

Lihatlah, sekarang ku mampu lagi melihatnya!

Aku ingin mengatakannya pada dirimu. Tentang masa depan, ku kira. Dan kau jawab iya. Jadi inilah yang selalu mengulang lagi dan lagi dalam benak.

Aku ingin mengatakannya padamu. Tentang mimpiku yang tak penah berubah, ku harap kau kan paham.

Aku ingin kembali ke rumah, kota dimana kau menunggu. Sambutanmu yang sangat berharga dan hangat.

Aku berharap kau akan tertawa.

~Terjemahan lagu ‘Kaeritaku Natta Yo’ oleh Ikimono Gakari dengan perubahan makna yang disesuaikan.

lagu dapat didengar di sini https://open.spotify.com/track/7uXLRwmzkbi661Pc2WMV1z?si=8RxHZ9X0R0K-b7BMm7vZhw

Advertisements

Sakura

Semua sedang menunggu, menunggumu untuk bertemu.

Memanggilmu dengan lambaian tangan, di jalan dengan iringan pohon sakura.

Saat sesulit apapun,  seberapapun hancurnya semangat, aku rasa ku bisa terus menggapai dalam usaha.

Pandangan yang indah selalu tampak terlihat dan terbentuk, seiring lagu yang ku dengar hari itu.

Sakura, sakura, kini kau mulai bermekaran, walau kalian tahu takdir kapan akan segera berguguran.

Sakura, kalau begitu, sekaranglah waktu yang tepat untuk berjalan, melepaskan perasaan yang pasti tak akan berubah.

Sekarang sakura!

Mungkin kalaupun sekarang aku mampu mengucapkan kata-kata yang tulus, kata-kata yang penuh harapan, agar masa depanmu bersinar.

Kota yang berubah, berpindah-pindah, seakan seperti kitanya yang terburu-buru.

Sakura, sakura, sudah jatuh berguguran, aku percaya suatu saat ada waktu kau akan kembali terlahir lagi.

Inilah saatnya aku beranjak, dengan tawa yang tidak dibuat-buat.

Sakura, sakura teruslah naik, bermandikan sinar mentari selamanya.

Jika begitu, aku akan setia bertemu denganmu di sini. Jalan yang banyak sakura berguguran dan berserakan.

~diterjemahkan dari lagu ‘Sakura – Dokushou’ oleh Naotaro Moriyama

dapat di dengar di https://open.spotify.com/track/18oNSjbRUXjJkGhKZXNR5Y?si=vZ3iabBOTRq55qlW3nOEyA

Kebohongan di Hari Kamis

Sedihku tak mampu lagi terbendung, karena ingin rasanya untuk bertemu. Lihatlah juga cahaya pagi ini masih sama seperti kemarin. Aku harus mengucapkan salam perpisahan ini padamu, agar aku mampu hidup tanpa dirimu.

Melepaskan genggaman, berlari, dan bergegas, sungguh sangat merepotkan. Aku memperhatikan sosok dirimu dari belakang, tak kusadari ada kesedihan yang kau simpan sendiri. Kau berucap “Aku sangat bahagia”, namun hal itu seperti angin yang segera berlalu. Akupun memanggil namamu, hingga dapat ku lihat senyuman indah nan pedih menatap mataku.

Pagi ini tak mampu lagi kubendung sedihnya sanubari, dan sebenarnya aku ingin selamanya di sisimu yang hangat dan begitu terasa di dalam tangan ini, meski aku sadar kau sudah tidak ada di sini, tapi terus saja aku terikan namamu. Berharap ada yang hadir untuk saling tatap. Segala yang mampu ku ucapkan berada di dalam hati, dan itulah yang membuatku terus hidup.

Selamat tinggal.

Takkan kulupakan kebahagian dan kenangan bersama kita.

Pagi akan terus datang, akan hadir setiap hari.

Aku harus tetap maju, meskipun tanpa dirimu, ku harus mampu menghadapi hari esok.

Ku Kira Kau Rumah

Kau datang tak kala sinar senjaku telah redup dan pamit ketika purnamaku belum seutuhnya. Kau yang singgah tapi tak sungguh.

Ku kira kau rumah, nyatanya kau cuma aku sewa dari tubuh seorang laki-laki yang memintamu untuk pulang

Kau bukan rumah.

By. Amigdala dengan perubahan.