Kebohongan di Hari Kamis

Sedihku tak mampu lagi terbendung, karena ingin rasanya untuk bertemu. Lihatlah juga cahaya pagi ini masih sama seperti kemarin. Aku harus mengucapkan salam perpisahan ini padamu, agar aku mampu hidup tanpa dirimu.

Melepaskan genggaman, berlari, dan bergegas, sungguh sangat merepotkan. Aku memperhatikan sosok dirimu dari belakang, tak kusadari ada kesedihan yang kau simpan sendiri. Kau berucap “Aku sangat bahagia”, namun hal itu seperti angin yang segera berlalu. Akupun memanggil namamu, hingga dapat ku lihat senyuman indah nan pedih menatap mataku.

Pagi ini tak mampu lagi kubendung sedihnya sanubari, dan sebenarnya aku ingin selamanya di sisimu yang hangat dan begitu terasa di dalam tangan ini, meski aku sadar kau sudah tidak ada di sini, tapi terus saja aku terikan namamu. Berharap ada yang hadir untuk saling tatap. Segala yang mampu ku ucapkan berada di dalam hati, dan itulah yang membuatku terus hidup.

Selamat tinggal.

Takkan kulupakan kebahagian dan kenangan bersama kita.

Pagi akan terus datang, akan hadir setiap hari.

Aku harus tetap maju, meskipun tanpa dirimu, ku harus mampu menghadapi hari esok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s