Kata Hati

Dear friend,

pernah jatuh hati ?

Apa yang membuat hati jatuh padanya ? senyuman, perkataan, perbuatan, sentuhan, nafas, pandangan, perlakuan, atau ada sesuatu berbeda yang menyejukkan hati. Tidak ada kurang, lebihnya pun banyak. Seketika hanya bisa diam dan termenung saja. Tidak tahu pakai ajimat dari mbah dukun gunung apa, hati rasanya damai, sedamainya.

Ada hasrat ingin memiliki yang terlampau tinggi. Mencoba memulai perbincangan hangat tapi tidak bisa. Mencari – cari kesempatan untuk bisa berinteraksi juga tidak bisa. Kau hanya bisa melihatnya dari kejauhan saja. Tidak bisa lebih. Entah dia tahu atau tidak. Tapi rasanya akan lebih baik jika tidak tahu.

Di suatu bagian dalam hati seakan menolak untuk memberitahukannya.

“biarkan sajalah” kata hati

“apapun selanjutnya pastikan kau diam saja, ini lebih baik untuk dirinya dan dirimu juga” sambung dia.

Setiap saat hanya sebuah topeng tebal yang terpampang, bukan yang sebenarnya. Sebuah candaan pun tidak bisa berlanjut entah aku menurut kata hati atau memang ini pilihanku sendiri.

Mungkin sudah 4 tahun sejak awal melihat. Aku hanya bisa membiarkannya saja. Aku sudah tidak menargetkannya lagi. Apa gunanya. Ada ungkapan

“Jika kau sayang pada sekuntum bunga, sebaiknya biarkanlah dia tetap berada di tempatnya, jangan kau petik. Memetik akan segera membuat dirinya seketika layu dan mati”.

Aku paham betul dengan ungkapan itu. Ada juga

“Cinta yang besar adalah cinta yang tidak bisa terlihat”.

Kau tahu bukan, kasihilah semua orang tanpa pamrih. Berikan mereka ketulusan hatimu. Biarkan ke-humanisan kita mampu membawa sebuah taman surga ke hati mereka.

Aku yakin diam adalah sebuah pilihan yang memang pahit. Diam akan membuat orang salah paham, ke paham yang benar menurut orang banyak. Diam memberikan orang lain pilihan untuk menghakimi atau tidak. Diam menunjukkan ketulusan seseorang. Tulus menerima takdir.Serta berusaha membahagiakan orang lainnya dengan itu.

-Lost Boy-

Suatu ketika, saat aku sendirian, Tidak ada tempat untuk singgah ataupun sekedar rumah. Hanya ada seorang teman yang terbayang. Namun terkadang dia berpergian jauh juga.

Lalu satu malam, saat aku menutup kedua mataku. Aku melihat bayangan yang meninggi. Dia datang ke arahku sambil tersenyum manis. Dia berkata ingin ngobrol sebentar.

“Peter Pan, mereka memanggilku dengan nama itu” Katanya.

“Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian” Lanjutnya.

Dan sejak hari itu …

Aku menghilang dari Neverland. Terbiasa bermain dengan Peter Pan. Dan ketika kami bosan, kami ke hutan. Selalu berusaha lari dari Captain Hook.

“Lari, lari, lost boy” Begitu kata mereka.

“Menjauhlah dari semua kenyataan” Lanjut mereka.

Naverlanf adalah rumah untuk lost boy seperti aku. Dan aku selalu bebas.

Peter pan menaburkan serbuk pixie sembari berkata

“Percayalah”

“Percayalah pada-Nya, dan padaku”

“Bersama kita akan terbang jauh ke dalam birunya awan”

“Menuju takdirmu yang bahagia”

“Kita akan melambung tinggi ke atas kota yang tidak pernah mencintaimu itu”

Aku sadar , aku punya keluarga. Tak lama kemudia aku sampai di Never Land. Di sana damai sekali, saat baru saja aku menginjakkan kaki ke pasirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s