Engkau kan menunggu

Dear friend,

-andaikan kau datang kembali-

Terlalu indah dilupakan, terlalu sedih dikenangkan, setelah aku jauh berjalan, dan kau ku tinggalkan. Betapa hatiku bersedih, mengenang kasih dan sayang mu, setulus pesanmu kepadaku, engkau kan menunggu.

Andaikan kau datang kembali, jawaban apa yg kan ku beri, adakah jalan yg kau temui, untuk kita kembali lagi.

Benarkah org2 yg sangat dipercaya, akhirnya hilanh juga? Bagaimana perasaanmu kalaupun dia bukannya melepas kepercayaan, tetapi memberikannya kepada org lain? Hanya untuk diobrolin saja dengan temannya yg lain. 

Apa sudah banyak dosa yg telah aku perbuat?

Mulai saat ini juga, aku akan lebih diam saja 

Tidak usah mengumbar nasib. Ditertawakan ya diam saja. Diacuhkan ya diam saja. 

Aku sudah terlampau lelah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s