Yuanfen

Setiap pertemuan dan perpisahan sejatinya sudah ada yang mengatur, sudah menjadi guratan nasib. Hubungan anak dengan ibunya adalah perjodohan. Hubungan suami istri, hubungan guru dengan murid, kawan dengan sahabat, bahkan hubungan antara anjing dengan tuannya. Rekan kerja ataukah keluarga, kekasih ataukah musuh, semua adalah produk dari perjodohan. Bukankah perjodohan pula yang mengatur, sahabat setia pasti akan bertemu jua walau terpisah lima samudra? Bukankah kalau tidak ditakdirkan berjodoh, org2 di hadapan mata sekalipun tak akan saling mengenal ? Perjumpaan, perkenalan, perpisahan, percintaan, kerinduan, kebencian, pertikaian, kelahiran, kematian, tak seorang pun yang bisa melarikan diri dari mukjizat perjodohan. Bahkan hidup ini pun adalah sebuah perjodohan. (Titik Nol: p237)

Keluarga, Sahabat, Guru/Dosen/Guru ngaji semua yang ada di dalam hidupku ini rasanya sangat istimewa. Mungkin hari ini aku bisa menulis hal seperti ini karena aku bisa membuktikannya. Entah kenapa hari ini sangat membuat semuanya penuh. Aku tidak peduli bagaimana mereka tanpa kehadiranku. Aku sadar suatu saat aku akan mati, membusuk, dan kemudian akan terlupakan. Aku hanya berusaha menilai sesuatu bukan dari rasa atau tanda peringatannya. Pelajaran apa yang telah aku peroleh dan bagaimana aku menghadapinya. Sungguh 3 tahun yang sangat membuatku belajar. Aku tahu siapa diriku sebenarnya, apa tujuanku, apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini, apa yang sebenarnya aku inginkan, apa saja kebingungaku dari masa mudaku.

Takdir, mampu menjawab semuanya. Namun dalam keadaan terlambat. Tidak ada satupun yang bisa melihat takdir dunia ini secara jelas dan gamblang. Sudah banyak yang aku suka di dunia ini, tidak kalah dengan duka nya karena luka. Karena aku percaya untuk melupakan duka, aku harus meng-ikhlaskannya saja, baik itu salahku ku terima konsekuensinya, ataupun orang lain yang sudah menancapkan paku, akan aku lepas sendiri kemudian aku obati sendiri. Aku ingin tetap memiliki kenangan indah dalam hidup. Memang masa duka masih dapat dinikmati, seperti bubur nasi yang bisa aku tambahkan kuah kari atau semur ayam. Hanya saja aku tidak bisa membaginya ke orang lain. Mungkin lagu favorit ini bisa menggambarkannya.

“Half The World Away”

I would like to leave this city
This old town don’t smell too pretty and
I can feel the warning signs running around my mind
And when I leave this island I’ll book myself into a soul asylum
And I can feel the warning signs running around my mind

So here I go still scratching around the same old hole
My body feels young but my mind is very old
So what do you say?
You can’t give me the dreams that are mine anyway
You’re half the world away
Half the world away
Half the world away
I’ve been lost I’ve been found but I don’t feel down.

And when I leave this planet, you know I’d stay but I just can’t stand it and
I can feel the warning signs running around my mind
And if I could leave this spirit, I’ll find me a hole and I’ll leave in it
And I can feel the warning signs running around my mind

So here I go still scratching around in the same old hole
My body feels young but my mind if very old
So what do you say?
You can’t give me the dreams that are mine anyway
You’re half the world away
Half the world away
Half the world away
I’ve been lost I’ve been found but I don’t feel down

No I don’t feel down
No I don’t feel down
No I don’t feel down
I don’t feel down
I don’t feel down
I don’t feel down

Sudah ya , ngantuk. Sebagian diakibatkan oleh film, buku, dan sedikit guyonan.

Advertisements

6 thoughts on “Yuanfen

      • kok entahlah -___-”? ntar aku salah lagi

        perjodohan itu emang unik dan seperti kabut misteri. Sekarang kalo aku memikirkan lagi, setiap yg kulalui ini tidak pernah terlintas di pikiranku sebelumnya bisa masuk sekolah unggulan, dapet beasiswa, merantau, dan tinggal di asrama lagi. Namun, ada satu hal yg tidak kusesali yaitu bisa bertemu dengan kalian di sini dan mendapatkan kesempatan apa yg tidak diperoleh oleh lainnya. Intinya, selalu merasa bersyukur dan berpikir positif. (Maaf ya jika terkesan sok bijak atau menggurui)
        Kamu kan orangnya berpikir bebas dan cinta perdamaian. apa pendapatmu tentang berita tragedi di paris yang membahana di seluruh dunia, namun ketika palestina dan negara islam lainnya mendapatkan bencana seolah dunia menutup mata dan hati????

        Like

      • karena sudut pandang kita berbeda, kamu pernah bilang “kenapa tidak melihat sisi cermin yang lain?”
        aku punya pandangan tersendiri ttg kejadian itu (kamu pasti tahu, karena pandanganku kebanyakn orang) sedangkan kamu memiliki pandangan yg sedikit berbda dg kebanyakn org. Aku hanya ingin tahu caramu memandang dr permasalahan itu agar terbuka wawasanku.
        Jika kamu merasa ini menganggu privasimu, tak mengapa tak dijawab. Terima kasih telah memberi tanggapan ini. Mohon maaf jika beberapa hari ini aku seperti paku yang menghalangi kakimu utk melangkah di setapak tanah yg kau lewati

        Like

      • melihat Paris hanya sebagian kecil kekacauan yang ada di muka bumi ini. Aku sadar , aku tidak bisa mengubah dunia sebagaimana dengan apa yang aku inginkan. Oleh karena itu aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan terkait kejadian ini. Namun akhir-akhir ini banyak aktivis muslim yang merasa tidak senang dengan “stand for paris” walaupun ini masih sangat subjektif, dengan alasan kebanyakan masyarakat dunia lebih simpatik terhadap tragedi paris dibandingkan perang saudara timur tengah yang tak kunjung usai dengan catatan propaganda barat. Aku masih belum banyak paham dengan apa yang terjadi di muka bumi ini, tetapi pada dasarnya kita semua mendambakan sebuah perdamaian, bukan ? Kita semua harusnya sadar, tidak mungkin dari setiap suku, dan kelompok di muka bumi ini , semuanya akan berjaya (bisa jadi ini salah). Pada hakikatnya manusia semuanya serakah. Apa tujuan dari semua ini ?
        Kembali ke “stand for paris”, ya aku akui memang mayoritas di bumi , manusia bukan muslim. Ya wajar saja jika banyak media internasional yang menyerukan rasa belasungkawa. Apakah kita patut menyalahkan mereka ? tidak! Semisal keluarga kita ada yang sedang berlibur di Paris, pastilah kita juga akan mati-matian menuntut keadilan di sana.
        Kalau mau dihubungkan ke masalah gejolak timur tengah, sebenarnya apa yang jadi kehendak aktivis muslim dengan mencoba mengaitkannya ke tragedi paris. Butuh rasa simpatik ? Ya benar, banyak umat muslim di Indonesia yang secara sengaja atau tidak ikut2an “stand for paris”. Ya mau bagaimana, yang memegang seluruh kendali media massa siapa ? kendali internet siapa ? Kita penggunakan sekedar ikut2an (walaupun ini subjektif). Ini menandakan kalau kita umat islam sudah terlampau mengikuti hawa nafsu untuk berjaya dan perpecahan dalam klan sendiri. Aku sendiri masih harus terus banyak belajar dan membongkar hal ini sendiri. Aku bahkan tidak pantas berpendapat seperti ini, karena aku sendiri sekarang masih mengutamakan kenyamananku sendiri.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s