Debaran dalam Air Hujan

image

Kehilangan dirimu, air hujan mulai datang. Aku sudah melupakan hari hari itu. Kita tidak bisa kembali kesana lagi. Hari itu, ketika kita terluka lama sekali.
Merasa seperti tidak bisa kembali lagi ke masa itu, biarpun kalau aku tertawa, rasanya bohong. Percayalah sekali lagi, sekali lagi, dalam mimpi waktu itu.
Menghindari kata kata, sebuah kebuntuan dari kebohongan. Kalau kau menyayangiku, katakanlah kau menyayangiku lagi, aku harap sudah mengatakan hal itu.
Aku ingat, apa kau ingat? Ketika kita bisa tertawa tanpa butuh alasan. Aku ingat.
Ini menyakitkan, menyedihkan. Begitulah malam itu. Oh blues…

Advertisements

12 thoughts on “Debaran dalam Air Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s