Ribuan Kilo Sutera

IMG_0002

Kenapa gue pengen nulis, hari ini …, hampir saja tidak ada kesan yang jelek bagi dirinya, temanku yang masih belum menerima bagaimana gue berfikir. Coba tanya siapa yang akan membukakan pikirannya selain dirinya sendiri. Itu kalau dia percaya pikirannya itu dari dirinya, kalau bukan ? Pasti dia mengira hal gaiblah yang memberinya ilham atau sejenisnya ,kan ?

Seminggu ini gue kembali ke rutinitas kuliah yg bisa dibilang sudah cukup berada dalam kondisi terburuk. Bagaimana tidak, banyak mata kuliah yang sebelumnya, gue percaya kalo bisa survive, sampe sekarang hal tersebut tidak bisa dihindari lagi. Parahnya lagi ini, gue sama sekali ga ada rasa motivasi buat ngelakuinnya dengan kerja keras. Apa yang salah coba ? tidak ada yang bisa membuat gue pindah dari posisi ini. Entah kenapa banyak hal pengen gue lakuin, tapi tetep aja Nothing.

Dua hari yang lalu,gue mencoba membuat tugas Media, ternyata bisa setengah jalan gue lakuin itu sampe malem. Nah tengah malemnya, gue buka laptop dan berakhir di website tugas struktur data. Sudah sekitar 1 jam berkutat sana sini buka catetan, cari di google, tanya sana sini, hasilnya NIHIL. Gue memang susah buat paham, tidak tahu kenapa.

Mungkin orang2 bisa saja menilai dengan mudah bagaimana memahami sebuah konsep dari pembelajaran. Kalo gue aja ya, rasanya tidak mudah percaya jika tidak sesuai pola pikir gue sendiri. Gue mesti memasukkan bagaimana pola pikir orang tersebut yg mereka percayai dan bayangkan sesuai rasionalitasnya. Susah banget, asal tahu aja. Kalo menghafal apa lagi, kemungkinan NOL besar menjadi kenyataan.

Nah, malam ini gue mau cerita, kalo selama ini ada sebuah pola tersembunyi. Gue selalu kagum dan percaya kalo orang jeniuslah yg bisa membuat perhatian penuh dalam otak gue. Begini, orang yang jenius itu bisa menjelaskan sesuatu dengan sangat sederhana, acap kali mereka memang sedikit aneh, tapi penjelasannya memang kena, dan nge-klik di otak “TING” gitu. Walaupun sebagian orang masih percaya ada orang pinter yg sulit buat ngejelasinnya. Kalo menurut gue sih gak, orang jenius seharusnya bisa menjelaskan bagaimana dia berpikir bisa membuat terang di bagian jalan menuju pemahaman menjadi semakin terang dan sangat sederhana, itu saja.

Dari berpuluh-puluh guru, sangat sedikit sekali yang gue temui seperti penjalasan di atas. Oh iya ada satu lagi, tapi ini kalo yang mau jadi guru sih. Gue kagum sama guru yang mengerti bagaimana anak didiknya tidak mengerti dan dia pernah di posisi seperti itu, biasanya dia akan memberikan perhatian lebih dan tahu klik-klik mana yang mesti ditekankan dalam pemahaman konsep materi.

Lo pada tahu ga, pas semester 3 kemaren, gue sempet lebih senang mata kuliah yg bersebrangan (walaupun ga jauh2 banget) dari program studi gue, beneran … kalo inget2 masa itu, gue lebih suka belajar itu dibandingkan sekarang yg penuh bias, dan belum bisa dipahami dengan sederhana bagi gue.

Pokok inti hari ini adalah gue tahu kapan orang itu sebenarnya jenius dan paham dengan apa yg dia beri tahu.

Advertisements

2 thoughts on “Ribuan Kilo Sutera

    • hmm, ga nyesel kok dg pilihan yg gue pilih. Bekal ilmu yg di dapetkan dari prodi itu kan bukan satu/dua materi aja, tapi lengkap dari a sampe z, kita bebas mau seneng dengan yg mana. Setidaknya yg ga disenengin masih lebih sedikit dari pada biasa2 aja. hhhh 😄

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s