Sebatas Sungai Seberang

Malam ini, aku baru saja mendapatkan sebuah pemikiran baru. Ada kalimat baru yang aku coba dengan salah satu teman yang datang ke kamar.

Begini ceritanya …hmm, aku sadar bagaimana perasaan sebagian orang di dunia ini yang mungkin bernasib sama. Sebenarnya tidak ada niatan lain dari percakapan ini, perlu diingat aku masih berhati manusia.

” kalo aku ga bolehin, kita masih temenan kan ?”

Pertanyaan itu langsung saja dijawabnya dengan jelas untuk yg pertama , jawaban jelasnya aku lupa tapi intinya rasanya dia tidak terlalu masalah dengan ucapanku itu.

Aku berasumsi dia merasa berteman dengan “Anas Azhar” tidak terlalu bermasalah baginya, dan bahkan sepertinya dia yang merasa penting bagiku. Dia merasa dalam hubungan ini aku yang perlu dengan dirinya.

Memang sangat subjektif aku berpendapat seperti ini. Namun aku sempat berfikir apakah semua teman-temanku seperti ini ? Apa yang salah dalam hubungan dari sebuah pertemanan ?

Tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan. Aku merasa penting untuk memahami hal ini yang ada disetiap pikiran manusia yang tidak dapat ditebak sama sekali*.

Harapan dari pertemanan yang seperti ini banyak sekali sudah aku temui. Malam ini akan menjadi sampel untuk kehidupanku berikutnya*.

Kasih dari sebuah pertemanan memang tidak boleh lebih ataupun kurang. Aku hanya berharap tidak ada lagi yang merasa lebih penting dari satu ke yang lainnya dan setiap insan dapat merasakan hal yang perlu kita rasakan serta memahami hal yang perlu dipahami dengan memaafkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s