Ingat !

a
Kita selalu saja melihat ke atas, kan di sana lebih banyak. Untuk lupa, dibandingkan orang di sekitar, kita jauh lebih beruntung (tidak setuju).


Kita selalu saja merasa masalah kita lebih penting, lebih mendesak. Untuk lupa, orang lain juga punya masalah, dan jauh lebih serius (setuju).
Kita selalu saja menilai orang lain menyakiti kita, kitalah korbannya. Untuk abai sekali, kitalah yang terus-menerus menyakiti orang lain (setuju).
Kita selalu saja merasa benar, membela hal benar. Untuk lupa, bahkan kita sendiri ragu dengan apa yang sedang kita bicarakan (setuju).
Kita selalu saja merasa kongkret, nyata. Untuk lupa, saat melihat catatan, tidak ada satupun hal membanggakan yang pernah kita buat (setuju).
Kita selalu saja merasa bisa melakukan banyak hal, tidak butuh orang. Untuk lupa, seluruh kehidupan kita ini hanyalah belas kasih orang lain (setuju).

*Tere Liye

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s