Sebuah Harapan, Sebuah Pencerahan

Sudah lama sekali aku udah ga nulis lagi di blog ini, hmmm maklum jobdesk udah numpuk dimana-mana hhh :D. Kali ini aku akan sharing sebuah cerita pertama kali aku masuk kuliah di kampusku yakni STKIP Surya, nama kerennya sih “Surya School of Education”. Selamat membaca …

704142_513959031960019_921266152_o

 

00_1899501_10201302492636011_1439777240_o

Mulanya tidak ada pernah terbersit untuk kuliah disini, tetapi takdir sudah menentukan jalan kehidupanku. Banyak pilihan universitas sebelum aku memutuskan untuk mengambil studi ke”sini”. Satupun doa tidak ada yg menggiring harapan ke sekolah ini. Memang guru merupakan salah satu profesi yang aku kagumi, setelah dokter hhh 😀 . Guru bagiku seseorang yang memberikan sebuah pencerahan , jujur tidak akan ada seorang pun yang sukses tanpa adanya guru. Walupaun gurunya sekedar sebuah pengalaman atau secuil ilham dari Tuhan. Di daerahku sendiri cukup banyak orang yang masih berdedikasi penuh dalam dunia pendidikan. Guru bisa dari mana saja, sebenarnya tidak perlu berasal dari sekolah tertentu. Aku hanya mencoba mengerti tiap jalan Tuhan yang sudah diberikkan-Nya untukku sendiri, dalam membantu dan menolong sesama. caile..

Aku sempat miris ketika ada seorang temanku yang berkata kurang lebih seperti ini.

” ha.., aku mau jadi apapun, tapi selain jadi guru”

kalimat itu cukup membuat adrenalin meningkat. Tapi  mungkin maksudnya tidak seburuk yang aku kira saat itu. Satu hal yang aku tahu, banyak orang cerdas di dunia ini, namun sedikit yang ingin menjadi sumber inspirasi, sedikit yang masih menilainya prospek untuk kesejagteraan mereka.

Inti dari semua omongan tadi tidak lebih dari sebuah takdir, dan sebuah pencerahan. Tuhan tahu mana yang ingin dia pilih dan mana yang ingin dia tutupi. Rencana Tuhan tidak ada yang dapat mematahkannya. Tuhan tahu kalo aku masih ingin berada di sekolah.

0_557451_3447569239658_1837868853_n

Lanjut cerita masuk ke lingkungan kampus. Sekolah baru, teman baru, keberadaanku sepertinya tidak menjadikan tempat ini krusial juga hahaha :D. Lain di pikiran lain di hati. Terlalu indah dan aneh untuk diceritakan. Mulai dari pengalaman pertama berjumpa dengan “teman” ya pakai logat timur ya dibacanya hhhh. Berjumpa dengan salah satu ciptaan Tuhan itu , haduh tidak dapat diungkapkan dengan kata2 bangaimana penampakannya hhh.

Kuliah pertamaku dimulai dengan sebuah kelas yang cukup kompetitif. Semua orang isinya pintar2. Bermula dengan semangat, dan berakhir dengan sedikit haru. Entah apa yang ada dipikiranku saat itu, kelas ini sudah membuatku nyaman, walaupun dari sisi akademiknya seringkali berada di tiga terendah hhhh :D. Tidak ada kelas yang membuatku sedikit terkesan dengan pertarungan di dalamnya, namun cukup hangat.

00_1459871_10200703622264626_963338208_n

Kelas semester berikutnya diawali dengan orang2 baru lagi. Makin bervariasi. Teman antar daerah mewarnai kelas ini. Dengan 3 Dosen super kami yang tidak ada habisnya memberi masukan , menggoreskan ilmu mereka di dalam sanubari kami semua. Intrik dalam kelas yang satu ini banyak banget. Mulai tidak dapat dihitung mau dari dilihat dari sisi mananya. Akhirnya kami mengerti apa maksudnya dari begaimana proses pendewasaan masing2 dari kami. Kelas di semester 2 ini yang terbaik. Aku masih terkesan bagaimana pengalamanku berada di kelas tersebut. 🙂

Cukup dulu ya cerita kali ini, semua ini adalah berkat Tuhan kita yang selalu menganugrahi hati dan raga kita di jalan kebenaran. Terima kasih.

Advertisements

2 thoughts on “Sebuah Harapan, Sebuah Pencerahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s