Tidak Sekedar Hidup

Aku yakin setiap manusia memiliki sisi baik.Akhir-akhir ini, memikirkan hal-hal yang tidak penting serasa menjadi kebiasaan yang kurang bermanfaat. Namun apa daya ketika semua orang serasa tidak peduli dan berempati. Menyesali hidup pun seperti makanan sehari-hari yang selalu dinikmati layaknya makanan basi yang mesti dan kudu dimakan karena desakan ibu tiri yang jahat.

Penyesalan akan semua hal yang dirasa kurang dan tidak sesuai keinginan selalu berputar-putar di kepala. Tidak ada satupun dari pemikiran tersebut yang dapat menambah semangat hidup. Terkadang bisikan setan pun menjadi alasan untuk berbuat yang lebih ekstrim dan tidak mengindahkan lagi pikiran secara rasional.

Bentuk keindahan yang ada di bumi, seperti tidak dapat dinikmati ┬ádan selalu berargumen “mengapa hal ini terjadi ?”. Mungkin bagi yang beranggapan tidak ada Tuhan, mereka akan selalu kebingungan.

Mencintai seseorang mungkin jawabannya. Menyayangi keluarga mungkin dapat mengobatinya. Memperdulikan sesuatu mengkin dapat mengalihkannya. Namun apapun bentuk dari cinta, saya rasa semua masih menjadi illusi.

Hidup serasa berat untuk dijalani. memperjuangkan hal-hal yang kita cintai dan senangi seperti mendobrak ombak, seakan semua orang tidak mengerti dan selalu mempermasalahkan orang itu sendiri. Memang ada sebagian yang berpendapat akan bentuk kedewasaan seseorang dapat diukur melalui bagaimana dia menyelesaikan suato persoalan, contohnya ketidakberhasilannya dia itu karena kesalahan  dari dirinya itu sendiri atau dengan kata lain tidak menyalahkannya kepada orang lain.Aku sempat berpikir beberapa kali untuk menjadi dewasa kalau konteksnya seperti itu. mengapa semua kesalahan seperti bersumber dari satu orang.

Benar atau salah memang tergantung bagaimana kita melihatnya kejadian itu. Tidak ayal sebuah pembunuhan itu menjadi benar jika semua orang menyetujuinya. Perang pun menjadi jawaban akan kebenaran dari sebuah pembunuhan. Manusia terlalu sulit untuk dikendalikan. Bumi sepertinya akan lebih damai, kalau manusia tidak ada. Semua pertumpahan darah dimana-mana, tidak ada satupun yang dapat menghentikannya. Mulai dari yang berkedok agama, hingga ras keluarga antar bangsa. Sikap primitif masih sangat kental terkandung di dalam setiap hati manusia.

Aku tahu kedamaian itu hanyalah sebuah illusi. Bagaimana tidak, semua yang ada di bumi ini serasa tidak rasional. Begitu banyak pertentangan dimana-mana.

Menikmati hidup yang hanya sebentar ini mengisayratkan kepada semua makhluk untuk dapat mengerti bagaimana yang lainnya dapat hidup damai. Konsep kebaikan akan sangat terasa ketika tidak ada kedengkian lagi di dalam hati manusia. Aku yakin semua manusia itu baik, walau sekalipun dia sedang berbuat keburukan. Dan semoga Tuhan dapat mengerti itu dan pasti Dia sudah tahu itu sebelum aku menyadarinya.

Sebuah pengharapan besar akhirnya menyelesaikan ocehan tidak penting ini. Harapan akan kasih sayang dan kebaikan dari semua ciptaanNya, serta masih dalam kerasionalan bentuk akal manusia yang sebenarnya illusi alam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s