Siap(a) TUA (?)

Kesempatan hidup tidak datang dua kali, dan itu berlaku bagi setiap manusia. Memaksimalkan kesempatan yang ada merupakan satu-satunya cara agar kita selaku manusia tidak menyesal di kemudian hari saat kita tua nanti. Banyak pepatah yang berseliweran baik dari timur ataupun barat yang mengatakan waktu adalah benda abstrak yang terus bergerak dan tidak dapat kita ulangi dan itulah sebenarnya gambaran dari hidup kita ” tidak berulang lagi”.

Banyak anak muda zaman sekarang yang telah mengerti akan pentingnya merencanakan masa depan. Bukan sekedar impian belaka, tetapi mereka telah menjalankan rencananya itu satu demi satu untuk mencapai keberhasilan meraka msaing-masing.

Seperti saya, yang sekarang masih bersatatuskan mahasiswa. Begitu banyak aktifitas yang saya jalani, semua itu tidak lain dan tidak bukan, merupakan rantai-rantai kesempatan yang saya manfaatkan demi mendapatkan  rantai masa depan yang cerah dan dapat dibanggakan oleh orang terdekat saya. Salah satu kegiatan saya adalah bekerja part time. Bekerja sambil kuliah dapat dikategorikan sebagai tuntutan besar yang harus saya hadapi. Selain berkedok akan iming-iming uang jajan yang bertambah, pengalaman pun ikut bertambah, mulai dari bertemu orang-orang asing (bukan bule, please), tugas-tugas kuliah dan kerja yang bertebaran, dikejar deadline, dan banyak lagi. owh sungguh sebuah realita kehidupan yang harus dijalani.

Mengingat kesempatan yang diberikan waktu tidak berulang kembali, saya dan juga mungkin teman-teman para pembaca telah merencanakan apa yang akan dilakukan nanti, besok, bulan depan, dan hingga 10 tahun yang datang dalam bentuk tulisan – tulisan indahnya di diary masing-masing dengan rapi atau hanya sekedar kertas bekas yang ditulis pakr pena temennya dan kemudian ditempel di dalam lemari baju. hahahaha

Selain kita butuh draft untuk rencana masa depan, kita ga mungkin bentuk kesuksesan itu tidak diikuti dengan perbaikan finansial diri kita, benar bukan ? Zaman sekarang siapa yang ga butuh yang namanya duit, please kita bukan orang primitif lagi kan, yang mau barter. Pada masa modern ini kebanyakan orang berorientasikan pada finansial yang mumpuni, dan tidak mungkin seseorang sama sekali tidak membutuhkan uang.

Kebanyakan orang memulai perencanaan uang dimulai dari menabung, mungkin dimulai dari celengan ayam, atau celengan babi, dan sebagainya sampai yang paling ekstrim kaleng sarden bekas ( Pengalaman pribadi, hohoho). Kalau dilihat dari sisi mahasiswanya mungkin cukup sulit untuk mulai memikirkan menabung, kecuali yang udah kerja ( hehehe “kerja part-time ga termasuk” ). Namun walaupun kita mahasiswa, kita ga mungking kan ga mikirin tabungan, sekedarnya buat yang merantau dan ingin pulang ke kampung halaman, kalau ada tabungan kan ga berasa pas beli tiketnya , betul ? Dan mungkin sebagaiannya lagi udah pada mikirin nanti tua gimana ? Tabungan merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan masa depan, tetapi sekarangkan sudah banyak bertebaran bank-bank atau perusahaan penyedia jasa keuangan yang tidak sekedar bergerak di atas bisnis tabungan, melainkan bentuk investasi lain. Semakin banyak bentuk media penyimpanan uang, adapun bentuk resiko-resiko yang mesti kita pelajari pula. Itulah mengapa yang paling simple diantara lainnya, yaitu tabungan itulah.

Bentuk kepuasan pelanggan akan promo-promo yang diberikan oleh bank merupakan salah satu daya tarik masarakat untuk menabung. Mulai dari jumlah bunga yang diberikan per bulan, ada yang kasih barang, dan ada yang langsung hadiah (mungkin banknya sudah putus asa cari nasabahnya, hehehe). Bank begitu banyak inovasi dalam menggaet nasabah-nasabahnya. Itulah mengapa, saya senang jika baru membuat tabungan baru, ada hadiahnya !

Pemerintahpun beberapa tahun kebelakang telah mengeluarkan bentuk tabungan yang cukup merakyat sebagai bentuk sosialisasi , yakni Tabunganku. Mungkin setiap bank memiliki bentuk regulasi yang berbeda, tetapi pada umumnya sama. Salah satunya yang saya jadikan contoh adalah Tabunganku BNI Syariah. Banyak fasilitas yang mereka dari pihak bank berikan kepada nasabahnya. Tabunganku BNI Syariah memiliki fasilitas yang menurut saya cukup dan bahkan lebih dari yang kita butuhkan, bebas biaya admin bulanan, kartu ATMnya bisa dipakai di merchant BNI, e-banking, sms banking, phone-banking, dan gratis tarik atau setor tunai di seluruh ATM BNI, hebatkan?.

Ya memang betul tabungan dapat menjawab akan bentuk kepedulian kita akan rencana dan masa depan kita, tetapi bagaimana situasi kita yang saat sangat tua nanti, apakah kita siap dengan tabungan kita tadi ?, mungkin situasi dan kondisi lingkungan kita berubah, dan tidak ada yang menjamin hal itu. Dari diri kita sendiri memang sepertinya sudah sadar akan masa tua, dan sudah tahu pula kelemahan kita saat tua itu nanti. Akan banyak hal-hal yang belum pasti dan mungkin akan terjadi yang membuat kita sedikit kesulitan finansial. Saat kita tua, badan kita menjadi lemah dan tidak priduktif lagi untuk bekerja. Oleh karena itu sangatlah penting bagi diri kita sendiri untu menyiapkan rencana masa tua, dimulai dari sisi finansial. Contohnya seperti dana pensiun SIMPONI BNI.

Dana pensiun? apa yang Anda pikirkan pertama kali mendengar frase itu ? Nenek/Kakek ?, iuran tua?, atau bahkan duit kematian ?. Banyak bentuk persepsi kita mengenai dana pensiun. Mungkin yang sudah mengenal profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau karyawan perusahaan lainnya sudah tidak heran lagi dengan yang namanya dana pensiun, kan?. Indahnya hidup sebenarya dapat kita rasakan mulai sekarang, tetapi kita juga mesti senang kan pas kita tua ? Ga mungkin kita mau hidup sulit, saat kita tua nanti, begitu banyak kesulitan yang akan kita rasakan, jika kita tidak mempersiapkan hal tersebut sedari muda ini. Layaknya simponi lagu yang mengalun, tidak akan dikatakan indah, kalau diakhir lantunan lagu itu terpotong, atau tidak merdu, seperti layaknya simponi lagu yang sebenarnya, harus enak didengar sampai penghabisan.

Tidak semua orang sadar, yang paling mengerti kita sebenarnya adalah diri kita sendiri, bukanlah orang lain. Dengan mendengarkan isi hati kita, kita dapat mengerti bagaimana situasi dan kondisi kita sebenarnya. Mempersiapkan masa tua kita sendiri dapat menjadikan kita orang yang siap tua, mulai dari muda sekarang. Bentuk kesiapan itu dapat kita realisasikan dengan menabung, atau membuat dana pensiun pribadi. Semuanya akan menjadi indah, ketika kita sadar betapa pentingnya hidup kita saat matahari terbenam kelak. Hidup layaknya simponi lagu, yang mengalun, kadang pakai nada tinggi, kadang pakai nada rendah. Semua tergantung yang menciptakannya. Kebahagiaan dapat dijumpai oleh setiap orang, tetapi Keselarasan hidup yang sadar bagaimana dirinya, dan lingkungannya mungkin dapat kita jumpai pada orang-orang tertentu saja, yakni orang yang siap tua dan ingin bahagia selamanya.

Kunjungi juga laman berikut : http://bit.ly/BNI_Simponi

Advertisements

14 thoughts on “Siap(a) TUA (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s